Kamis, 22 Oktober 2015

Cerita Jelang 21

"Sekolah dimana dik?"
"Oh ambil jurusan apa? Semester berapa sekarang?"
"Waahh lagi nyusun skripsi, bentar lagi tamat ya..mau kerja dimana?"
"Gak pengen nikah tuh?"

Ternyata di usia segini, pertanyaan yang serem tuh ya yang kayak tadi di atas..hiii serem.. Dengernya aja serem, apalagi dipikirin..

Btw, harusnya aku pulang dari Singapore hari ini, di hari keempat. Tapi kenyataan berkata lain, pahit. Aku dan kawan-kawan dari jurusan Sastra Inggris FIB UN*UD (udahlah kaga usah disembunyiin lagi, wajah gue juga udah nongol di koran -_-) kena tipu! Bayangin, orang-orang intelek bisa ditipu dengan gampang dan konyolnya (gitu sih menurutku, soalnya kita kayak bego banget sampe bisa ketipu, ceroboh asli).. Ceritanya?? Puanjaaannnggg, nanti deh ya..yang jadi fokus utama adalah alasan kenapa tiba2 aku pengen nulis..

Haahh, di tengah-tengah musibah ini, jelas ya aku kepikiran, akhirnya sakit (ini lagi sakit-sakit tapi ya kalo nulis emang hobi hahaa). Gimana gak kepikiran?? Duit 8juta melayang cuy. Lu kate duit macem metikin daun?? Setahun tuh nabungnya.. Jujur, aku patungan sama duit ortu untuk bayar studi-kampret-tur ini, aku 3juta, sisanya ortu..bayangin lu nabaung setahun dan gak jadi berangkat..bukan karena bencana asap atau pesawat delay, tapi KENA TIPU. Gila gak? -_- udah habis kata-kata dah. Belum lagi pihak jurusan yang seolah-olah "cuci tangan" alias gak mau bertanggung jawab!! Haduuhhhh..dosa apa hamba

Eh eh, belum nyampe fokusnya jugak nih?? Yaudah deh sambil jalan dah ceritanya..

Jadi, ini studi-kampret-tur adalah program dari jurusan. Panitianya dari jurusan. Nah kita diancem dengan kata-kata "syarat skripsi", kalo kaga ikut ya kaga bisa. Kita, sebagai mahasiswa semester akhir, yang SKSnya tinggal skripshit doang, jelaslah meng-iya-kan..siapa sih yang mau dipersulit kelulusannya? Nah, kenyataan yang terbalik pun beredar di media, bahkan kajur ku ini mengaku kaga bertanggung jawab dengan pengembalian uang kami!! Yak, kenapa kita nuntut dia, katena dia lah pengusul travel ini, padahal dari kitanya nih, mahasiswa, udah punya usulan travel sendiri..hmm


Ayo ayo masuk fokus sekarang!!!


Udah tau kan, berat kan kasusnya, sampe sakit nih, masih sakit nih.. Ternyata, Tuhan, gak tau deh baik atau enggak, ngasi cobaan lagi buat hatiku. Bukan masalah pacar ya, tapi "keluarga".

Sekarang aku tanya, kamu punya keluarga gak? Seberapa deket kamu sama ibu, bapak, adik dan kakakmu? Mereka berarti kan buat hidupmu? Nah, sekarang, mereka yang malah menyakitimu..bayangin dah tuh sakitnya kayak apaan..


Jujur, sebelum buat postingan ini, aku nangis. Kenapa?? Di tengah-tengah musibah ini, aku malah dibikinin status, sama ibuku sendiri, yang isinya sumpah gak ngenakin banget. (Ini nangis lagi pas ngetik kalimat ini, sedih sumpah) Kamu lagi ketimpa masalah, sampe sakit, trus malah dikasi omongan keras sama ibumu, trus dibuatin status. Kira-kira gimana sih perasaanmu??

Oke, aku emang bikin status sesaat setelah pertengkaran sama ibuku, tapi aku sama sekali GAK ADA menujukan itu untuk ibuku, dan gaada kata ibu disana. Mungkin ya ibuku kepo, trus tersinggung sama statusku, trus bikin status buat aku, isinya jelas banget buat aku. Sinting gak menurutmu?? (Maaf, gue pake kata "sinting" karena gak habis pikir aja. Anak lagi kena musibh, sakit, malah dibikinin status macem begitu)

Ibuku udah S1 ya, apalagi dosen-dosen di jurusanku, mungkin udahh ada yang S5 kali yak.. Aku jadi mikir aja, dari dulu aku udah punya pikiran begini: "kalau memang orang-orang yang berpendidikan tinggi, akhlak dan moralnya tidak setinggi gelarnya, aku mendingan gak usah sarjana!" Serius, aku mending tamat SMA daripada bergelar sampe mampus tapi moralnya begitu. BEGITU.

Aku gak maksud jelekin siapa-siapa. Aku buka kartu aja semuanya. Mau lagi?? Kalo boleh jujur, mati pun aku sekarang, gaada yang nyariin tuh orang-orang rumah. Meskipun aku punya 3 adik dan 2 sudah ngerti gadget, gaada yang care sama aku. Gaada yang nanyak aku lagi dimana, udah makan? Emangnya pacar doang yang nanyak begituan?? Bahkan ya, aku ngiri pas KKN sama temen-temen aku yang dihubungi ama keluarganya. Gak cuma dikunjungi, tapi di smsin, ditelponin, ditanya lah. Nah gue?? Ditengokin sih, itupun aku yang minta. Miris yak? Kasian banget yak?

Antara lucu dan menyedihkan, aku gak tau nasibku harus aku ketawain atau tangisin. Yang jelas, aku langsung nangis tadi baca status yang dibuat ibuku. Sumpah. Rasanya, sekali lagi, mati pun aku di jalan, tanpa bawa identitas, gak pulang-pulang, gak akan ada orang rumah, keluargaku, yang nyariin. Bye.



Note: FB ku "Desak Opik Noviadewi"
           FB ibuku "Kartika Ariani"

Minggu, 12 Juli 2015

My little diary



Dear ‘the silent night sky’,

Tadi kulihat Sang Bulan sekitar pukul 6 sore. Langit masih biru cerah tersapu sedikit merahnya senja. Dalam hati aku berkata, “Ah, besok pasti indah, seperti biasa! Aku ingin menikmatinya dari awal! Tapi...” Aku tiba-tiba bersin. Haahh..flu. Bagaimana bisa aku menikmati indahnya bulan esok hari, ditemani deburan ombak, membawa kenangan lama. Cuaca sangat tidak bersahabat. Sungguh, awal Juli yang ‘cukup berkesan’.
Satu bulan, tepatnya 30 hari kemarin aku sudah kembali berjuang. Menjelang akhir bulan hatiku gelisah, ternyata ada sebabnya, tapi aku ragu apa benar itu sebabnya. Aku pernah mengirimi pesan singkat untuk-mu yang bunyinya,
“Bulan mei-juni aku tunggu. Aku yakin aku sudah berubah. Aku ingin kamu yang merasakannya. Dan bila tidak kau sambut baik, mungkin ini akhirnya.”
Tanpa ku sadari, semua orang-orang di dekatku, dan yang dekat denganku, terkena imbas dari kegalauanku. Maaf. Aku tak berdaya. Pun tak ada maksudku untuk menyinggung atau membuat kesal, justru akulah yang sedang gelisah. Namun, saat ku ceritakan padamu, ku tanyakan mengapa, aku malah mendapat jawaban yang ‘menghakimi’.
“Belajarlah dari hubungan kita yang dulu, yang gak akan pernah kembali.”
Begitu pesimisnya kata-katamu. Tidak tajam, tapi membekas. Aku semakin gelisah dan bertanya-tanya dalam hati, “Apa ini akhirnya...?” Padahal, aku masih bertahan berdiri di atas satu titik yang hampir tak mungkin seseorang bertahan untuk berdiri. Semua karena apa yang aku yakini, dan apa yang kusebut upaya.
Akhirnya motorku tiba di tempat tujuan. Tapi sayang sia-sia. Masih ada hari esok untuk bimbingan dengan dosen. Hal ini langsung menjadi renunganku. Meskipun kita telah berupaya, dan sekalipun itu terlambat, masih ada kesempatan jika kita mau mengambilnya. Setiap hari yang baru adalah kesempatan baru. Benar kan?
Ku pacu lagi motorku ke arah berlawanan. Kini jauh, untuk rejeki kecil. Sesampainya disana, senyum hangat itu kusambut dengan tangan dan kakiku yang kedinginan. Lalu aku duduk menunggu. Seperti tak pernah bosan aku menunggu. Aku pernah menunggu berbagai hal, mulai dari bekal, giliran, gaji, bus, antrian, bahkan sesuatu yang ‘tidak pasti’. Wah, kau datang! Tapi yang ku tunggu adalah adikmu, dialah yang membutuhkan bantuanku. Tapi, aku harus tegar! Senyumku biasa melihatmu, juga karena kondisi kesehatanku yang sedang menurun. Tatapan itu, ntah aku senang, sedih, marah, atau kecewa, saat melihatnya.
Haah..orang yang ku tunggu tiba. Sedari tadi, kau memperhatikan kesehatanku, mulai dari memeriksa suhu badan, telapak tangan dan kaki, sampai menanyakan apa aku sudah makan dan minum obat atau belum. Perhatian itu, layaknya kau dulu jadi kekasihku, namun saat ini perhatian itu hanyalah dari ‘seorang kakak’. Ya, kau tetap bersikeras dengan kemauanmu itu, tanpa memikirkan perasaanku. Apa aku terlalu perasa...? Ya, aku adalah tipe wanita yang sensitive (baca: perasa).
Tak sengaja kau tinggalkan ponselmu di atas meja dimana aku menerjemahkan tulisan-tulisan itu. Ku lihat wallpaper yang menghiasinya. Ada 2 wajah bahagia yang sedang melihat ke arah kamera. Ya, siapa lagi? Kau dan dia. Momen beberapa detik itu membuatku kepikiran, bahkan sampai saat aku menulis ini. Kesalahan apa yang ku perbuat, hingga harus seperih ini ku jalani hari-hari ku...? Dalam hatiku yang kuat namun rapuh, aku tetap bertanya:
“Is this what I really deserve...?”
Siang tadi, hawa dingin bertemu teriknya matahari, aku berkendara pulang. Perjalanan yang tidak sebentar, dan ya, seperti biasa, aku suka melamun dalam perjalanan. (Tenang, selalu sampai tujuan yang tepat, dengan selamat) Tak sadar ku titikkan air mata. Aku teringat dirimu. Aku mengingat semua, seperti cuplikan-cuplikan peristiwa yang telah berlalu. Aku melihat lagi, hari itu, ketika ku temukan pesan singkat mesra dari seorang wanita, yang menjadi kekasihmu saat ini. Tak sepatah kata pisah pun terucap dari bibirku saat itu, meski kekecewaan terbaca jelas di mata, dan raut wajahku. Kau mendua... Aku juga melihat cuplikan peristiwa saat pesan darimu muncul di layar ponselku, setelah 2 bulan lamanya. Aku ingat bagaimana kau saat itu menangis di pelukanku, menandakan kerinduan dan penyesalanmu, sehingga aku mau kembali “mengupayakan hubungan kita”.
Tapi...
Aku merasa kecewa. Tidak sepantasnya aku mendapat perlakuan seperti ini. Sakit, hatiku rasanya diiris tipis. Sebegitu besarnya kah kesalahanku sampai aku mendapat perlakuan seperti ini? Apa kau merasa apa yang kau lakukan sudah benar? Mengapa...mengapa saat itu kau tunjukkan bahwa kau masih ingin bersamaku, tapi kau juga tak ingin melepas dia? Bahkan..aku harus mendengar berita keseriusan hubungan kalian, langsung dari bibirmu. Apa itu taktikmu untuk “kembali menjauhkanku”? Aku berjuang, memperlihatkanmu bagaimana aku berkembang selama 2 bulan terakhir. Aku berusaha mengayomimu, memaklumi kondisimu, menghargai keputusanmu, bahkan memberi masukan saat kau berselisih dengan kekasihmu. Salahkah..? Apa aku salah lagi..?
Aku tak tahan lagi. Ya, aku egois, tapi keegoisanmu telah membutakan mata hatimu, menulikan indra pendengaranmu. Saat ini, kau hanya seseorang yang buta dan tuli. Seberapapun aku berupaya, kau tidak melihatku. Seberapapun aku meyakinkanmu, tidak kau dengar. Perasaanku, jangan pernah dianggap sebercanda ini...
Air mataku semakin deras saat ku ingat malam itu, malam terakhir aku bertemu denganmu, dan bicara dengan orang tuaku. Tak cukup kah kau membuatku malu di hadapan kedua orang tuaku..? Tak cukup kah kau membuat kedua orang tuaku berpikir seolah-olah mereka gagal mendidikku, sehingga berujung hubungan yang berakhir..? tak cukup kah ku terima ajakanmu ‘bersaudara’ ketika hati ini masih memanggil-manggil namamu..?
Dilema..hanya itu yang memenuhi pikiranku. Ada yang bersuara untuk tetap dalam kondisi seperti ini dan tetap meyakinkan dia; ada pula yang bersuara agar tetap menjalin komunikasi, tapi jangan terbawa perasaan lama; dan ada pula yang bersuara “menghilanglah, seperti saat lalu..”
Satu pintaku, tidak, harapanku, jangan membunuh keyakinan dan harapan seseorang. Semasih seseorang memiliki harapan, di situlah dia akan berusaha. Aku tak akan berhenti berharap, aku akan mengupayakan yang terbaik yang aku bisa. Aku percaya, karena salah seorang kawanku berkata:
“Change doesn’t happen overnight. It takes time.”
Semoga, ketika ‘waktu’ itu ‘tiba’, kau tak terlambat menjemputku...
Akhirnya, sudah ku putuskan!

Selamat malam...

Rabu, 24 Juni 2015

Dear 'You',

Hai...

Padahal baru kemarin ya ketemunya..hehe. Rasanya bulan Juni ini satu lagi bulan yang sulit bagi aku, sejak Februari kemarin. 2 bulan hilang kontak denganmu bukanlah masa-masa yang menggembirakan. Maksudku, aku memang banyak mendapat dukungan moral, semangat, doa, dan ajakan untuk refreshing biar gak galau aja. Tapi, kamu seolah hadir lagi dan membutuhkan cahaya dariku. Bukan maksud GR, tapi rasa ini, seberapa kerasnya pun berusaha kau padamkan, kau bunuh, ia masih tetap disana.

Kau datang menanyakan kabarku saat aku putuskan untuk benar-benar hilang darimu. Iya, aku KEPO selama 2 bulan kurang lebih. Meski kita sudah tidak saling berkawan di media sosial, tapi aku selalu menemukan cara untuk tahu kabarmu. Ada rasa sakit dan senang juga kala itu, melihatmu sehat dan baik-baik saja, tapi kamu sekarang memilih dia. Rasanya, tak perlu aku terlalu khawatir, karena saat ini ada dia yang selalu memperhatikanmu.

Saat kau datang menanyakan kabar, saat itu pula aku merasa rindu yang meluap, sekaligus kemarahan yang membara. Mengapa seolah-olah ini memang sudah diatur? Kau tahu, saat malam kau menanyakan kabarku lewat pesan singkat, di siang harinya aku baru saja mengemasi barang-barang pemberianmu dan menyimpannya di gudang, lalu aku blokir semua akunmu di media sosial. Mengapa kau datang seolah-olah kau sudah kehilanganku?

Sempat aku memenangkan kembali egoku, dengan membalas pesanmu 6 hari setelahnya. Aku putuskan untuk membalasnya. Beberapa hari kemudian chat kita jadi nyambung setelah sekian lama. Waktu itu kau bilang sedang ada masalah dengannya, lalu kutanya "Apa ada hal lain yang kau sadari?" Kau pun menjawabnya dengan "Ya, masih ada seseorang yang memang sayang sama aku. Itu kamu." Tanpa berpanjang kata lagi di chat, motorku kala itu langsung mengarah ke rumahmu.

Sesampainya disna, aku melihat ibumu di warung. Mencium tangannya adalah sudah biasa. Beliau pun berkata padaku "Baru tadi mama mikirin kamu nak, kok lama gak berkabar, eh dateng. Berarti hati kita terhubung." Aku cuma bisa minta maaf karena lama tak berkabar. Sembari bercerita singkat atas maksud kedatanganku, aku langsung masuk ke dalam, mencarimu. Senyum itu, sebelumnya aku pernah lihat ketika kau bilang tidak enak badan, lalu kutitipkan air mineral berisi pesan "Berjalanlah sejauh yang kau ingin. Ketika kau lelah, kau pasti pulang padaku. Akulah tempatmu kembali". Senyum yang kukenal, tak bisa kutahan untuk membalasnya. Kau pun bergegas mandi, lalu mengajakku bercerita di atap, tempat biasa kita bicara.

Aku berusaha menahan tangis kerinduan. Ku palingkan wajahku. Lalu terjadi percakapan seperti ini:
kamu : disini dah biasanya aku merenung, mikirin tentang kita
aku : mikirin siapa?
kamu : kita, aku dan kamu
aku : (menitikkan air mata) ya ini kan pilihanmu. Sekarang kamu masih mau di dalamnya, atau keluar?
kamu: (terisak)
aku : (menoleh ke arahmu, lalu berdiri di hadapanmu) boleh aku peluk?
kita : (berpelukan sambil terisak)

Ingatkah kamu? Aku sempat mengajakmu kembali bersama. Aku tahu berat dalam hati dan pikiranmu, karena kau terlanjur berkata "tidak akan kembali padaku" ke kedua orang tuaku, terutamanya yang menyakiti hati ibuku. Jadi, aku mengajakmu kembali. Namun jawabanmu selalu sama, "Aku tidak bisa". Sampai kemarin pun, jawabanmu masih tetap begitu. Ada apa...?

Sejak saat itu, kita berkomunikasi. Aku menganggap bahwa ini adalah kesempatan, dan kesempatan yang sama tidak selalu datang lagi. Jadi aku putuskan untuk berjuang lagi. Kau pun mengutarakan keluhanmu tentang pacarmu. Aku berada di posisi yang tidak mengenakkan. Sehingga, atas nama wanita, dan karena aku tahu apa yang sebenarnya dirasakan oleh seorang wanita ketika berada di posisi itu, aku memberimu masukan, yang secara tidak langsung membela pacarmu. Aku hanya berharap pikiranmu terbuka mengenai apa yang sebenarnya kaum kami, wanita, rasakan. Dan, yang paling penting adalah, aku berharap kau BENAR-BENAR menyadari bahwa HANYA AKU yang mampu MEMAHAMI DIRIMU.

Berulang kali jawabnmu tetap serupa. Berkali-kali pula aku hampir putus asa. Tapi aku tidak hilang harapan. Dalam harapan kecil itu aku terus berusaha. Aku hanya tidak ingin menyesal nantinya karena tidak memperjuangkannya. Sampai kemarin, wacana yang keluar dari mulutmu benar-benar membuatku tak bisa mengeluarkan kata-kata, tapi air mata.

Tak ku sangka, kau mengiyakan keseriusan hubunganmu, yang baru berjalan kurang lebih 3 bulan ini, ke arah yang lebih serius. Kau iya-kan permintaan orang tua pacarmu untuk melangkah ke arah yang lebih serius. Kau bilang akan melanjutkan hubunganmu denganya ke arah "itu" setelah ia menamatkan studi S2, yang berarti tidak lama lagi. Hatiku sakit, rasanya mungkin lebih sakit dari kemarin. Aku berusaha meyakinkanmu lagi, tapi jawabanmu selalu begitu. "AKU TIDAK BISA".

KAMU TIDAK MAU!!!

Begitu kataku tegas padamu. Selama ini aku telah berusaha menyelamatkanmu, karena seringkali kau berkata bahwa dirimu telah tenggelam terlalu dalam dalam hubungan ini. Apa yang membuat tidak bisa...? Bahkan kau bilang ibumu memintamu untuk memikirkannya kembali, dan beliau juga masih memikirkanku kan katamu..? Mengapa..? Aku terus bertanya-tanya, apa salah caraku? Aku salah lagi? Apa seharusnya aku tidak mengatakan sesuatu yang membuatku seolah-olah membela pacarnya? Apa kurang kasih sayang dan perhatianku? apa....?

Kau bilang "Andai saja saat itu kamu tidak terlambat menyadari bahwa aku mencintaimu, sangat...tapi kau, dengan sikapmu, membunuh rasa cintaku. Sekarang hanya rasa sayangku yang tersisa, dan aku selalu rindu padamu. Tapi aku tidak bisa kembali padamu."

Terlambat? Bahkan aku masih memberimu kesempatan, tapi mengapa kau sekeras itu...? Apa kau masih meragukan ibuku? Ibuku bukanlah orang jahat yang tidak menerima seseorang begitu saja tanpa alasan. Mungkin iya, akan sulit baginya, karena hatinya juga telah tersakiti olehmu, yang dulu berjanji padanya akan menjagaku, namun akhirnya seolah mencampakkan aku, dan kau sudah memiliki pacar baru lagi. Tapi aku yakin, kita berdua, bersama-sama kita bisa meyakinkan ibuku, meyakinkan semua orang yang memang masih ragu.

Aku tidak pernah memintamu berjuang sendirian...

Aku tidak menunggu seseorang di atas gunung. Aku lebih memilih mendaki bersama seseorang itu, dan bersama-sama menikmati dunia dari atas gunung, melegakan jerih payah kita berdua. Aku sangat mencintaimu, dan aku selalu menyadari hal itu. Tolong masuklah lagi ke dalam hatiku, dan lihat. Mungkin memang tingkahku yang masih menyebalkan dan membatmu jenuh pada akhirnya. Tapi, segalanya butuh proses, bukan? Kita telah melewati 3 tahun yang bukan tanpa ujian. Kita berhasil sejauh itu, karena kita sama-sama yakin akan bisa melaluinya bersama.
masihkah sekeras itu, hatimu...?


Salam hangat,
Aku
(satu-satunya wanita yang akan mengayomimu, mendampingimu, dan berjalan di sampingmu sampai akhir hayat nanti)

Rabu, 17 Agustus 2011

100 Truths! After you've filled this out, tag 15 people and have them do the same.

at 4.15am, Thursday, August 18th 2011


1. last beverage→ Water, 1 glass

2. last phone call→ my sister

3. last text message→ Iwan, saying goodnight

4. last song you listened to→ FUCK YOU - Lily Allen

5. last time you cried→ almost everyday, I forget

SIX HAVE YOU EVER:

1. dated someone twice → I've never dating b4

2. been cheated on? → i've

3. kissed someone & regretted it? → Not yet..

4. lost someone special?→ my dearest friend, Ayu Sulis :'(( and the one who used to be my bestfriend [she regret being my friend for 4years]

5. been depressed?→ Always

6. been drunk and threw up → I Hate Drunk People

LIST THREE FAVORITE COLORS:

1. Pink

2. White

3. Maroon

THIS School Year HAVE YOU:

1. Made new friends → Of Course

2. Fallen out of love → dunno :p

3. Laughed until you cried → usually

4. Met someone who changed you → i have :))

5. Found out who your true friends were → YES !! and you're not, the one who threw me as a friend

6. Found out someone was talking about you→ Yes, *piiiip*. Fuck you bitch!

7. Kissed anyone on your friend's list→ never

8. How many people on your friends list do you know in real life → only few haha :D

9. How many kids do you want to have → Maximum, 3

10. Do you have any pets → yes

11. Do you want to change your name→ my name is beautiful :D

12. What did you do for your last birthday→ eat with fam at SUKUN

13. What time did you wake up today → 3am

14. What were you doing at midnight last night → I'm asleep

15. Name something you CANNOT wait for → I cannot wait for...my future soulmate and life

16. Last time you saw your father → just now, went work

17. What is one thing you wish you could change about your life? → my family's economical, people stop mocking at me, slap all the bitches!!

18. What are you listening to right now → water splashing by my fishes

19. Have you ever talked to a person named Tom → No..

23. What's getting on your nerves right now? → face my daily life

24. Most visited webpage → Facebook

, youtube, and...*secret*

1. Whats your real name → Desak Putu Ari Noviadewi

2. Nicknames→ Desak, Sak, Novie, Sak Opik, Opik, oi..!!, eh, km, etc

3. Relationship Status →SINGLE

4. Zodiac sign → Sagittarius

5. Male or female or transgendered→ *what?!*FEMALE

6. Elementary? → SD No.2 UBUNGr

7. Middle School → SMP Negeri 10 Denpasar

8. High school → SMAN 1 Denpasar

10. Hair color → Black [actually, dark brown]

11. Long or short → Normal for girl :))

16. Height → 161 cm

17. Do you have a crush on someone? → yes

18: What do you like about yourself? my face, my smile

20. Tattoos → no

21. Righty or lefty → Righty

FIRSTS :

22. First surgery → never

23. First piercing → NEVER

24. First best friends → My classmate

26. First sport you joined → badminton

28. First vacation- Java

29. First concert → GKS

30. First crush → Someone in the JHS

49. Eating → I forget

50. Drinking → WATER

52. I'm about to → finishing my math homework

53. Listening to → noise here

55. Waiting on → the CHANGE

YOUR FUTURE :

58. Want kids? YES

59. Get married? YES

60. Careers in mind? related to English, taking picture with my BIG FAMILY and run my happy life

WHICH IS BETTER :

68. Lips or eyes → both

69. Hugs or kisses → Hugs, but kisses will do too ;)

70. Shorter or taller → Taller

71. Older or Younger → Older

72. Romantic or spontaneous → Both

73. Nice stomach or nice arms → both

74. Sensitive or loud → neither

75. Hook-up or relationship → relationship

77. trouble maker or hesitant → None of them

HAVE YOU EVER :

78. Kissed a stranger → no

79. Drank hard liquor → no

80. Lost glasses/contacts → no

81. Sex on first date → no

82. Broken someone's heart → i have :'(

83. Had your own heart broken → yes, always

85. Been arrested → no

86. Turned someone down → hmmm...

87. Cried when someone died → yes, my fam and friend's death

88. Liked a friend that is a girl? → no

DO YOU BELIEVE IN:

89. Yourself → I doubt

90. Miracles → 50:50

91. Love at first sight → yep :D

92. Heaven → yes

93. Santa Clause → yes just when I get something from him :p

95. Kiss on the first date? → dunno

96. Angels → yeah

ANSWER TRUTHFULLY:

97. Is there one person you want to be with right now? → yes

98. Had more than one boyfriend/girlfriend at one time? → no

100. Posting this as 100 truths? → Yes... ahaha :D

Something, Unspoken Feeling about Stories

I don't know where to start. This is what I called unspoken. Your heart is the only one will understand it. That's why I feel like there's nothing to write when I wanna share my feelings and thoughts.

I run my life like anyone else run. I feel that everything I did is just right. But there's always something in something.

I know I'm such a stubborn, selfish, and never give up on my opinion. But, whatever or whoever you are, I think everybody deserve to have the same right, to be loved. I'm not talking about boys, but yes I do need a guy in my life of course :D [back to the topic].

I feel like everything I do is just a mistake. It's all completely wrong in their eyes. But if only you would know the truth why I'm doing it and all the reason, this misunderstanding wouldn't have happened so far, becomes an unspoken truth.

My close friends told me that they understand what I mean and they understand why would I do it that way, but I did it in wrong way. No, it's not wrong. I mean, I took the path which is more than 75% may hurt someone's feelings.

Realizing that the fact may let me lost my comrades, I tried to change my attitude. I tried to less talking about anything, but it made me feeling that I'm not me. I wasn't comfort with my new attitude. I felt like there's something might be better if I say my direct opinion. But the fact was worse than what I thought it would be.I should have realized it earlier, but I can't deal with time. Time goes on, and you just can't take back what you've said. And, the quotes : "Sometimes it's better not to say anything, than to say how you truly feel and make things worse" is just right. I should have continued to change my attitude.

"Be careful how you treat someone that cares for you because they might just walk away and never come back."That quote really happens to me. It is happening, I should say. I often fight with everybody whom I care about, just because of what I've said to them. I always think that it's just a misunderstanding, but I can't do anything to make it better. I just don't know what to do or what to say. And you know what? I need an hour [more] to write this note, because it is just not as simple as my mind works.

As your information, I swear I never plan on hurting others for my sake. I'm not that bad. Even if I hate those people who often hurt me, I will only have a thought if only they're vanished away from my life.As what my best friends used to tell me, I just took the bad path. This path will only hurt myself. Why? Because when someone whom you hurt them and they told this to their friend and then this is heard by someone who dislike you, the number of people who dislike you will increase as they told a bad thing about you, which they never even know about the truth. This is why I feel so complicated to run a life like my life. Everything I do is only a mistake, especially for them.

Well, now I've been trying to change my attitude. I've been practising to control my emotion and been trying to smile to everyone anywhere and anytime. Also I've been trying to be grateful for every second of my life, and it's working. I hope I'll be stronger to face my life with the troubles that I made it by my own mistakes.I know I'm not strong, and I'm not as strong as what you've seen on me. Because you only see what I choose to show you. I'm just an ordinary girl, and since I'm a girl, I'm very sensitive. I have a very fragile heart, which is very easy to tear it apart. You may be never have seen me cry, because I won't let you see me cry. I hate to show my tears because it will only make me looks so weak. You just don't know the time I'm crying. I often crying when there's nobody around, and before I sleep in the silent night.

From now on, I'll always try and do my best. I don't wanna hurt anyone. But if you hurt me so damn much and treat me like I'm a freak monster, I may be patient, but I don't know will I be patient anymore. hehe

I'm a human too, remember? Everybody has a limit in patience. Never let someone's patience over the limit :D

This Is Short of ME

Ok, 'bout my life. I'm an ordinary girl, run my life like any other.

I like to make friends, foreign friends are most interesting me.

In my life, I have less friend. I don't like a group, it'll just make discrimination. I only have few friends that close to me, which I called bestfriends.

My family, I live in an extraordinary fam. I dont regret it. Thing I regret is our relationship, especially with my mom.We often fight by something that shouln't be fought. She always make any excuse to defend herself that undirectly force me to admit that she's right.

I used as a private teacher to get some money. I wish I could run a cafe someday, and become a Minister of Foreign Affairs.

From the very beginning, my life's full of sadness and sorrow. I often betrayed by people. I often pointed on doing something that i didn't do it. Moreover, sometimes my efforts aren't appreciated, which make me upset as well.

Well, at 1st u may think that I'm unfriendly. But its not when you know more about me. I'm a caring type. You'll get my full attention if you can win a place in my heart.

Any questions? Call me.

My Favotite Quotes

#No matter what mood I'm in, when someone asks how I'm doing, I always say "Fine, how about you?"

#Sometimes its better not to say anything, than to say how you truly feel and make things worse

#Don't judge people by what others say about them. Judge them by what they say about others

#It takes a boy to love a million girls, but it takes a real man to love one girl in a million different ways.

#school = study. Study = books. Books = trees. Trees = logging. Logging = deforestation. Deforestation = Global Warming. Okay, stop school XD

#Sesekali perlu ngerasa gimana pahitnya hidup,agar bisa ngehargain kondisimu sekarang yg sebenernya udah beruntung banget

#The awkward moment when u look at your crush then suddenly he looks at you and u pretend that didn't look at him [that happens] LOL

#dearBOYS If you want to be TOGETHER with your girl, you have TO GET HER!

#Have you ever lived my life, or spent one minute in my shoes? If you haven't, then tell me why you judge me like you do?

#Start of School Year: Brand new awesome folders, pencils and pens. ........ End Of School Year: 1 pen

#Don't confuse haters with fake friends. Fake friends just want to take advantage of what you've got, while haters really mean to hurt you.

#Don't spend your time chasing blessings. Chase God, and His blessings will chase you. Have faith!

#There is always a word "if" in each of regret and disappointment.

#Having few true friends is better than having a large network of pretentious friends. Quality beats Quantity all the time!

#senyum adalah cara untuk menyelesaikan banyak masalah. diam adalah cara untuk menghindari banyak masalah.

#Nothing hurts more than being disappointed by single person you thought would never hurt you.

#Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That's why it's called the present.

#Don't trust too much. Don't love too much. Because that too much will hurt you so much.

#Don't tell me who I am because unless I wrote down all my thoughts on a piece of paper and hand it to you, you don't even know half of me.

#SpongeBob: What do you usually do when I'm gone? Patrick: Wait for you to come back. ♥

#Be careful how you treat someone that cares for you because they might just walk away and never come back.

#People say you don't know what you've got until it's gone. Truth is you knew what you had, you just never thought you'd lose it.

#Making a Friend takes a moment. Being a Friend takes a Lifetime.

#Dear boy, my care will be in heart, not in words, & my anger will be in words, not in the heart.

#I fall, I rise, I make mistakes, I live, I learn, I've been hurt but I'm alive. I'm human, I'm not perfect but I'm thankful.

#Rivers don’t drink their own water. Sun doesn’t give heat for itself. Living for others is the Rule of Nature.

#SMILE = Showing Miracles In Little Efforts

#What we want isnt always what we need & what we need isnt always what we want. That's why we're complaining more than thanking

#Although forgiveness is very hard, it is necessary. Holding onto anger and old hurts hardens your heart and hurts only you.

#Friend looks out for you, inspires you, laughs with you, cries with you, understands you, guides you and walks with you. And that’s you.

#"It's impossible," said pride. "It's risky," said experience. "It's pointless," said reason. "Give it a try," said the heart.

#Who am I? I'm me myself. Nobody can be like me & I can be like nobody. It's because I'm unique

#I may have forgotten to say that I care. I may have failed to open up and share, but my promise of friendship won't be broken